Tragedi pembantaian kemanusiaan terutama kaum muslim oleh Yahudi israel di Gaza semakin mengukuhkan kebenaran Al-Qur'an bahwa orang yang sangat keras permusuhannya terhadap kaum muslimin adalah bangsa yahudi :
"Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri". (QS 5 Al-Maidah: 82)
Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW telah memprediksikan kemenangan kaum muslimin atas orang2 yahudi :
Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Hari Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi lalu kaum Muslimin membunuh mereka. Sehingga orang yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Maka batu atau pun pohon itu berkata : "Wahai Muslim, Wahai Hamba Allah.. ini ada seorang Yahudi bersembunyi di belakangku, kemarilah bunuhlah dia!. Kecuali pohon gharqad, karena pohon tersebut diantara pohon-pohon (yang ditanam) orang-orang Yahudi". (H.R. Muslim)
Namun demikian, kemenangan tersebut tidak akan datang apabila umat muslim diseluruh dunia belum bersatu & masih tercerai berai.
Ada cerita menarik dari Ustadz Syamsi Ali dari New York. Ustadz yang sudah tinggal lama di jantung komunitas Yahudi dunia ini pernah menyaksikan satu acara yang menghadirkan dua rabbi. Salah satu rabbi Yahudi pernah mengatakan bahwa sholat Jum'at harus diwaspadai karena sangat bias dijadikan satu wadah untuk bergerak dalam melakukan perlawanan terhadap Yahudi.
Bisa jadi, kecemasan Yahudi seperti ini yang dicemaskan banyak pemmpin sekuler dunia di mana masjid-masjid yang berdiri di wilayah mereka. Mereka pun memasang kamera pengintai yang dapat mengawasi isi khutbah para khatib.
Mendengar pembicaraaan rabbi pertama, rabbi kedua tertawa lantas berkata,"Janganlah takut, Saudaraku. Sholat Jum'at janganlah kita jadikan ukuran bahwa umat Islam sudah bersatu. Sholat Jum'at bukan pertanda bahwa mereka sudah bersatu, walau mereka biasanya memenuhi masjid di waktu siang. Walau jumlah mereka banyak, tapi sebenarnya mereka tercerai-berai."
Rabbi pertama lantas bingung dan bertanya, "Jika demikian, apa yang bisa kita jadikan tolok ukur bahwa mereka sudah bersatu-padu dan apa tanda-tanda bahwa mereka segera menghancurkan kita?"
Rabbi kedua terhenyak dan kemudian dengan perlahan-seolah takut didengar orang, rabbi kedua berbisik, "Sholat Jum'at memang tidak bisa kita jadikan tolok ukur kekuatan mereka. Satu-satunya yang bisa kita jadikan tolok ukur, satu-satunya yang harus kita waspadai, satu-satunya yang harus kita cemaskan adalah jika orang-orang Islam itu sudah melaksanakan sholat Subuh berjamaah sebanyak mereka menunaikan sholat Jum'at. Bila sholat Subuh mereka sudah memenuhi masjid-masjid seperti halnya sholat Jum'at, maka barulah itu tanda-tanda akan datangnya kehancuran bagi kita. Di hari itu kita wajib waspada".
Saudaraku, betapa pentingnya shalat Subuh bagi seorang muslim. Tapi amat disayangkan bila shalat Subuh tidak dijadikan awal kekuatan kita sebagai seorang muslim. Dan amat disayangkan pula karena yang mengetahui kekuatan kita yang sebenarnya adalah bangsa Yahudi bukan muslim. Ini juga terbukti dengan telah ditanaminya sekitar 220 juta batang pohon ghorqod (yang disebut2 pada hadits di atas) di tanah palestina oleh para yahudi karena ketakutan mereka terhadap kaum muslimin,
seperti berita di : http://swaramuslim.net/more.php?id=5515_0_1_0_M
Oleh karena itu marilah kita tunjukkan awal kekuatan kita dengan mulai untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah di mesjid2. Karena sebenarnya sholat subuh massal berjamaah di mesjid2 itulah yang lebih mereka takutkan daripada Demonstrasi walaupun digelar secara besar2-an.
Khusus untuk Saudara2 yang berada di PKS, patut dihargai & salut dengan demonstrasi besar2an yang telah ditunjukkan beberapa waktu lalu, mungkin aksi tersebut cukup membuat hati antek2 yahudi di sini cukup bergetar sehingga dengan segala cara ingin meredamnya termasuk dengan menjadikan Presiden PKS sebagai tersangka. Namun akan lebih dahsyat lagi dampaknya apabila PKS juga dapat mengadakan Sholat Subuh Massal Berjamaah besar-besaran di Mesjid2. Dan kalau bisa juga di adakan secara serentak dengan skala nasional.
Mungkin hal ini juga dapat meluluhkan hati kaum muslimin lain di Indonesia yang selama ini tersekat2 diantara partai dan organisasi masing-masing sehingga dapat menyatukan seluruh elemen2 islam di dalam negeri yang telah lama tercerai berai.
Setelah hal tersebut dapat dilaksanakan, kita dapat mengabarkannya kepada kaum muslimin lain di dunia bahwa kaum muslimin di Indonesia sudah mulai bersatu dengan mengirimkan foto-foto atau mengupload video-nya di situs youtube dan sejenisnya, sehingga mudah2an mereka pun dapat mulai ikut bergerak.
Mudah2an kita tidak termasuk orang munafik yang ada dalam Hadits Rasulullah SAW sebagai berikut :
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., IA berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda: " Sesungguhnya salat yang paling berat bagi orang munafik adalah salat Isya' Dan salat Subuh (berjamaah di Mesjid). Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Apabila Rasulullah saw. meragukan keimanan seseorang, beliau akan menelitinya pada saat salat Subuh. Apabila beliau tidak mendapati orang tadi salat Subuh (di masjid), maka benarlah apa yang beliau ragukan dalam hati.
Tragedi di Gaza dapat juga diartikan sebagai sebuah pelajaran atau mungkin Momentum yang diberikan Allah kepada kaum muslimin sejauh mana hati mereka tergerak untuk bersatu dan membantu sesama muslim untuk berperang di jalan Allah. Karena mungkin saja saat ini merupakan babak transisi dari babak ke-IV menuju Babak ke-V tahapan sebelum kiamat. Yang mana tahapan2 tersebut adalah :
[1] Babak kenabian
Babak ini berjalan dalam kurun waktu 23 tahun
[2] Babak Kekhalifahan / Khulafarausyidin
Babak ini berjalan dalam kurun waktu 30 tahun
[3] Babak Raja yang Menggigit / Sistem Keturunan
Babak ini berjalan dalam kurun waktu 13 abad. Contohnya Raja Utsmani Turki
[4] Babak Raja Diktator
Babak ini merupakan babak yang sedang berjalan saat ini
[5] Babak Kekhalifahan/Kejayaan Islam
Babak yang mengikuti babak kenabian.
Wassalamu Alaikum Wr. Wb.
DGreenz04
Senin, 02 Februari 2009
Mari Kita Takut-takuti Orang Yahudi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar